Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Portal Berita Terpercaya
Portal Berita Terpercaya

Kita sebagai konsumen pastinya tidak selalu paham soal teknis AC, terutama tentang freon AC. Namun, ketika AC mulai tidak dingin atau performanya menurun, teknisi sering kali menyebut bahwa freon perlu ditambah atau bahkan diganti. Di sinilah banyak orang mulai bingung: apakah freon memang bisa habis, kapan harus ditambah, dan kapan harus diganti total?
APA ITU FREON AC?
Freon AC atau refrigerant adalah zat pendingin yang berfungsi menyerap panas dari dalam ruangan, lalu membuang panas tersebut ke luar melalui unit outdoor. Inilah alasan mengapa AC bisa menghasilkan udara dingin dan membuat ruangan terasa lebih nyaman.
Dalam sistem AC, freon bekerja di dalam jalur tertutup. Artinya, freon tidak seharusnya habis jika instalasi AC dalam kondisi baik dan tidak ada kebocoran. Karena itu, ketika AC mulai tidak dingin, penyebabnya belum tentu karena freon habis. Bisa saja masalah berasal dari filter kotor, evaporator mampet, outdoor kotor, kapasitor lemah, sensor bermasalah, atau kapasitas AC yang tidak sesuai dengan ukuran ruangan.
APAKAH FREON AC BISA HABIS?
Banyak orang masih menganggap freon AC harus diisi secara rutin seperti servis cuci AC. Padahal, pemahaman ini kurang tepat. Freon AC tidak akan habis dalam kondisi normal, karena refrigerant terus bersirkulasi di dalam sistem tertutup.
Freon hanya bisa berkurang jika terjadi kebocoran pada jalur pendingin, seperti sambungan pipa, flare pipa, evaporator indoor, kondensor outdoor, atau bagian lain pada sistem AC. Jadi, jika AC harus sering tambah freon, kemungkinan besar ada kebocoran yang belum diperbaiki.
JENIS FREON AC R32 DAN R410A
Dalam AC modern, dua jenis freon yang paling umum digunakan adalah R32 dan R410A. Freon R410A lebih dulu banyak digunakan pada AC generasi sebelumnya, terutama pada AC inverter awal dan beberapa tipe AC split premium. R410A memiliki kemampuan pendinginan yang baik, tetapi nilai GWP (Global Warming Potential) lebih tinggi dibandingkan R32, sehingga dampaknya terhadap lingkungan lebih besar jika terjadi kebocoran.
Sementara itu, freon R32 kini lebih banyak digunakan pada AC terbaru karena lebih ramah lingkungan, lebih efisien dalam perpindahan panas, dan memiliki nilai GWP lebih rendah. R32 juga merupakan refrigerant tunggal, sedangkan R410A adalah refrigerant campuran. Yang terpenting, R32 dan R410A tidak boleh dicampur, karena setiap AC sudah dirancang khusus untuk jenis freon tertentu sesuai standar pabrikan.
KAPAN AC PERLU TAMBAH ATAU GANTI FREON?
AC perlu tambah freon jika setelah dilakukan pengecekan, teknisi menemukan bahwa tekanan refrigerant berada di bawah standar dan jumlah freon memang berkurang. Biasanya, kondisi ini terjadi karena ada kebocoran kecil atau sambungan pipa yang kurang sempurna.
Namun, sebelum menambah freon, teknisi harus memastikan penyebab freon berkurang terlebih dahulu. Jika kebocoran tidak diperbaiki, maka tambah freon hanya membuang biaya dan tidak menyelesaikan masalah utama. AC bisa kembali tidak dingin dalam waktu singkat.
Ganti freon berbeda dengan tambah freon. Ganti freon biasanya dilakukan jika sistem refrigerant sudah terkontaminasi udara, uap air, oli kotor, atau pernah mengalami kebocoran besar. Dalam kondisi seperti ini, menambah freon saja tidak cukup karena kualitas refrigerant di dalam sistem sudah tidak ideal.
Proses ganti freon biasanya melibatkan pembuangan atau recovery sisa freon, perbaikan kebocoran, proses vakum, lalu pengisian ulang sesuai takaran pabrikan. Proses ini lebih panjang, tetapi lebih aman untuk menjaga performa AC dan melindungi kompresor dari kerusakan.
CARA TAMBAH FREON AC YANG BENAR
Cara tambah freon AC yang benar harus dimulai dari memastikan jenis freon yang digunakan sesuai dengan spesifikasi unit. Jenis freon seperti R32 atau R410A memiliki karakteristik dan tekanan kerja yang berbeda, sehingga tidak boleh tertukar.
Setelah itu, teknisi akan menghubungkan manifold gauge ke service valve pada outdoor unit untuk membaca tekanan kerja refrigerant. AC biasanya dinyalakan dalam mode cooling, lalu freon ditambahkan secara perlahan sambil memantau tekanan, ampere kompresor, dan suhu hembusan indoor. Pengisian tidak boleh dilakukan asal banyak, karena kelebihan freon juga bisa membuat AC tidak bekerja normal.
CARA GANTI FREON AC YANG BENAR
Jika freon harus diganti total, langkah pertama adalah sisa freon di dalam sistem perlu dibuang atau direcovery dengan prosedur yang benar. Setelah sistem kosong, teknisi harus mencari dan memperbaiki titik kebocoran terlebih dahulu. Jika kebocoran sudah diperbaiki, sistem perlu divakum menggunakan vacuum pump untuk menghilangkan udara dan uap air di dalam jalur pipa. Proses vakum sangat penting karena udara dan kelembapan bisa mengganggu kinerja AC dan berisiko merusak kompresor.
Setelah proses vakum selesai, freon diisi ulang sesuai takaran yang direkomendasikan pabrikan. Pada banyak unit AC, takaran ini tercantum dalam satuan gram pada nameplate unit. Setelah pengisian selesai, teknisi harus mengecek kembali tekanan, ampere, suhu hembusan, dan performa pendinginan secara keseluruhan.
KESIMPULAN
Sebagai konsumen, kita pastinya tidak selalu paham soal teknis AC, terutama ketika harus menentukan apakah AC perlu tambah freon atau ganti freon. Karena itu, solusi terbaik adalah memilih teknisi atau spesialis AC yang terpercaya dan berpengalaman, agar masalah AC dapat dicek dengan benar dan diberikan solusi yang paling hemat, tepat, serta aman untuk jangka panjang.
Penggantian atau penambahan freon AC tidak disarankan dilakukan sendiri karena membutuhkan alat khusus, pemahaman tekanan refrigerant, pengecekan kebocoran, proses vakum, dan jenis freon yang sesuai dengan standar pabrikan. Lebih baik proses ini dilakukan oleh teknisi AC berpengalaman dan bersertifikat, sehingga AC bisa kembali dingin maksimal tanpa risiko kerusakan pada kompresor maupun sistem pendingin.
Sumber: acwahana.com