Prosedur dan Upaya Mencegah Pencemaran Laut

0
102
views
sumber: google.co.id

Mencegah pencemaran laut ialah hal yang paling penting dikerjakan oleh para penumpang awak kapal. Pencemaran dari kapal ialah kerusakan yang terjadi di laut imbas tumpah dan keluarnya bahan. Misalnya seperti minyak, kotoran, dan sampah dari kapal.
Inilah prosedur dan upaya mencegah pencemaran laut
Pencegahan pencemaran laut ini wajib dikerjakan oleh nakhoda dan kesadaran dari awal kapal sendiri. Berdasarkan dari ISM-Code bahwa kapal wajib menjaga keselamatan lingkungan. Tujuannya supaya lingkungan tidak tercemar dengan metode meniru beberapa prosedur.
Berikut ialah prosedur-prosedur metode mencegah pencemaran laut:

  1. Sampah
    Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapi oleh metode manajemen keselamatan kalau sampah dan limbah di kapal wajib dikelola. Caranya ialah dengan memilah sampah-sampah hal yang demikian. Misalnya sampah kering, sampah berair, dan sampah berminyak.
    Malah variasi-variasi sampah yang berharap dibuang ke laut juga wajib diperhatikan. Misalnya dalam format apa dan seberapa jauh jarak pembuangan dari pantai. Intinya prosedur pembuangan sampah ini wajib meniru prosedur Annex V Marpol.
    Salah satu sampah yang tidak boleh dibuang ke laut ialah plastik. Bila berharap dibuang, sampah plastik wajib disimpan dan diserahkan ke penerima di darat nantinya. Malah wajib dibakar lebih-lebih dulu, dan barulah abunya bisa dibuang.
    Tak hanya itu, seluruh kegiatan pembuangan dan pengelolaan sampah yang terjadi di atas kapal wajib dicatat ke dalam buku Record Book. Anda wajib tahu kabar penting ini sebelum mengajukan lamaran di lowker pelaut.
  2. Kotoran
    Untuk prosedur pembuangan kotoran di atas kapal wajib meniru prosedur Annex IV Marpol. Prosedur hal yang demikian berisi kalau selama kapal di pelabuhan, limbah akan dikumpulkan ke tanki penampung lebih-lebih dulu. Nantinya limbah dan kotoran yang terkumpul di tangki boleh dibuang saat kapal telah berlayar. Dengan regulasi minimal 4 mil dari darat.
  3. Minyak
    Got kamar mesin terbukti mengandung minyak. Sehingga pembuangannya hanya diperbolehkan kalau memenuhi persyaratan dan prosedur Annex 1 Marpol.
    Persyaratannya ialah air got kamar boleh dibuang sesudah meniru proses oily water separator. Bila lolos, nantinya pembuangan wajib dikerjakan dengan posisi minimal kapan 12 mil dari pantai.
    Bila pembuangan minyak ini tidak meniru prosedur di atas. Karenanya ekosistem dan biota laut akan terkena imbas segera. Sehingga ikan-ikan mati, terumbu karang rusak, dan nelayan mengalami rugi besar.
    Terutamanya lagi kalau minyak akan menyebar, jadinya luas kawasan yang terpapar akan semakin melebar. Sehingga semakin luas pula lingkungan laut yang tercemar. Tentunya akan semakin besar pula kerugian yang dialami oleh nelayan.
    Tumpahan minyak kapal tidak hanya disebabkan oleh got kamar. Malah ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan minyak tumpah. Misalnya overflow saat bungker, selang bungker pecah, dan lambung kapal robek imbas tersangkut di karang.
    Jadi itulah tadi prosedur upaya mencegah pencemaran laut. Tertarik menjadi pelaut? Bila iya kamu bisa mengajukan lamaran di beberapa lowongan yang tersebar di Indonesia.

Sumber: jobpelaut.com