Membandingkan Jumlah Kepemilikan Rumah di Indo dan SG

0
268
views
Membandingkan Jumlah Kepemilikan Rumah di Singapura dan Indonesia

Menurut data yang dirilis secara sah oleh Kementerian Pembangunan Nasional (MND) dan dikabarkan oleh Chanel News Asia (5/2/2018), ada sebanyak 20 ribu warga dari Negara Singapura yaitu warga orisinil dan asing yang tinggal menetap dicatat memiliki 3 sampai 10 hunian privat yang ada di Negara itu.
Menurut informasi yang beredar, hal tersebut diungkapkan lewat jawaban tertulis dari Kementerian mengenai pertanyaan yang diperkenalkan oleh salah satu anggota Parlemen bernama Ang Mo Kio GRC MP Gan Thiam Poh, MND.
Dalam jawaban tertulis itu dijelaskan bahwa ada 381 ribu orang memiliki sebuah hunian privat, sedangkan yang 59 ribu orang lainnya memiliki dua hunian. Dan ada 200 orang yang malah sampai memiliki lebih dari sepuluh hunian.
Anggota parlemen itu juga menjelaskan bila ada sekitar 15 persen diantara para pemilik hunian privat tersebut memiliki flat subsidi. Terang data yang diperkenalkan tersebut sangatlah mengagetkan bila ingin membandingkannya dengan data kepemilikan rumah yang ada di tanah air. Sedangkan saat ini banyak sekali properti yang dibangun seperti perumahan di Cibubur, Tangerang, Bekasi, dan sebagainya.
Menilik jumlah kepemilikan rumah yang ada di Indonesia
Di Indonesia sendiri, bisnis properti juga semakin gencar. Banyak pengembang yang berbondong-bondong membangun hunian baik dalam wujud hunian vertikal seperti apartemen serta perumahan murah di Bekasi, Tangerang, Cikarang, dan sebagainya. Melihat tersebut, nampaknya masyarakat Indonesia juga banyak sekali yang nantinya akan beratensi membeli properti baik untuk keperluan investasi ataupun dipakai sebagai hunian pribadi.
Seandainya ingin membandingi dengan Negara Singapura seputar jumlah kepemilikan rumah. Karenanya di Negara kita, pada tahun 2015 yang lalu, BPS (Badan Pusat Statistik) sempat merilis backlog atau angka keperluan rumah di Indonesia ada 11,4 juta unit. Perlu dikenal bahwa jumlah tersebut rupanya telah turun bila dibandingkan dengan angka keperluan rumah pada tahun 2010 yang sampai 13,5 juta.
Dalam data yang dicatat oleh BPS, dijelaskan bahwa ada sekitar 82,8 persen warga Indonesia yang telah memiliki hunian rumah sendiri. Lalu sebesar 17,2 persen yang menjadi sisanya masih menetap bersama bapak dan ibu, menyewa, dan sayangnya masih ada yang malah belum memiliki rumah sama sekali.
Angka dari data itu dipakai sebagai acuan oleh Badan Layanan Biasa (BLU) untuk mengkaji Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga bisa didapatkan angka keperluan rumah yang berkurang dari yang 13,5 juta lalu jadi 11,4 juta pada 2015.
Seandainya dibandingkan, rupanya angka keperluan hunian di Indonesia masih seperti itu tinggi karena mencapai jutaan. Melainkan bila dibandingkan dengan angka mereka yang telah memiliki hunian pribadi dengan yang belum, jumlah orang yang telah memiliki hunian jauh lebih besar.
Dengan adanya pembangunan properti perumahan seperti yang ada di BSD City, dan sekitarnya. Diinginkan bisa semakin memenuhi keperluan masyarakat akan hunian yang berkualitas melainkan dengan persyaratan yang mudah.