5 Masalah yang Sering Ditemui Pada AC Chiller Industri

0
28
views
sumber: google.co.id

AC chiller industri ialah mesin berteknologi mutakhir yang menolong manusia meringankan profesi mereka. Tanpa chiller, cara kerja pendinginan ruangan tak akan berjalan lancar. Meski, temperatur dingin sangat benar-benar diperlukan untuk menjaga kualitas suatu barang. Sayangnya kerap kali kali ada sebagian keadaan sulit yang dijumpai pada chiller industri seperti berikut ini.
Daftar keadaan sulit yang kerap kali ditemukan pada AC chiller industri

  1. Temperatur Penguapan Chiller Rendah
    Anda yang tak familier dengan operasional chiller, mungkin kurang familier dengan perangkat hal yang demikian. Meski chiller hadir di sekitar kita dan dimanfaatkan untuk beragam aktivitas produksi.
    Tahukah Anda, sekiranya salah satu penyebab chiller industri tak kapabel berprofesi normal sebab temperatur penguapan rendah? Segera, berapa derajat temperatur penguapan yang normal untuk satu perangkat chiller?
    Perangkat chiller normalnya memerlukan temperatur penguapan 5-10 derajat lebih kecil dari temperatur keluaran. Otomatis sekiranya derajatnya lebih rendah dari itu karenanya muatan chiller kian besar dicontoh dengan lonjakan daya.
  2. Chiller Kekurangan Flour
    Kegagalan operasional AC Chiller juga disebabkan oleh kurangnya tekanan pengatur rendah. Situasi ini mengakibatkan katup ekspansi chiller tak bisa berprofesi secara normal. Sementara, katup ekspansi memerlukan stimulus positif untuk bisa mengalirkan udara.
  3. Knalpot Chiller Over Heating
    Ada banyak sekali keadaan sulit yang teknisi dapatkan dikala merawat chiller tak terkecuali keadaan knalpot yang terlalu panas. Situasi ini disebabkan sebab peningkatan temperatur kompresi, pemanasan motor, tekanan kondensasi yang terlampau tinggi dan lainnya.
    Ilustrasi lebih terang mengenai knalpot terlalu panas cuma dapat dikenal dikala teknisi memeriksa dan mencari tahu akar permasalahannya. Koreksi yang tak pada tempatnya justru membikin knalpot chiller kian bermasalah yang juga berdampak kepada operasional chiller.
  4. Stroke Cair
    Apa yang wajib Anda lakukan untuk menghindari stroke cair? Betapa bagusnya sekiranya Anda menentukan temperatur inhalasi berada dalam ambang batas normal. Tak terlalu besar tetapi juga tak kecil.
    Melainkan hindari juga derajat temperatur inhalasi yang lebih rendah dari temperatur penguapan. Atur suhunya sekitar 5-10 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur penguapan. Supaya lebih gampang, meminta saja jasa pemasangan chiller untuk mengontrol temperatur dikala mereka selesai instalasi perangkatnya.
  5. Rendahnya Temperatur Gas Membuang Chiller
    Dan situasi sulit biasa yang juga kerap kali dihadapi oleh jasa maintenance chiller yaitu rendahnya temperatur gas membuang perangkat. Selain ini disebabkan sebab aliran refrigeran tak berjalan dengan lancar tapi stop di cara pendingin.
    Masalah itu, rendahnya temperatur gas membuang chiller juga disebabkan sebab penyumbatan katup ekspansi. Di mana debu atau kotoran tak dibersihkan secara optimal dan terjadwal .
    Itulah sebagian keadaan sulit yang kerap kali dihadapi pengguna chiller. Minta hal yang demikian masih dapat dipecahkan dikala Anda mengunjungi teknisi berpengalaman.
    Hingga teknisi atau jasa service untuk merawat chiller Anda dengan total. tak ada kerusakan atau keadaan sulit lainnya yang ditemukan sesudah perangkat di bawa pulang. Kerusakan AC chiller industri tak cuma merugikan Anda tetapi juga perusahaan yang Anda jalankan, karenanya rawatlah perangkat pendingin dengan bagus.

Sumber: acwahana.com